TRENDING TOPIC #PARIS ATTACK #USA vs RUSSIA #MOST VIDEO
Follow

atjehcyber thumbkanan

rental mobil di aceh, rental mobil aceh, jasa rental mobil aceh, sewa mobil di aceh, rental mobil banda aceh, sewa mobil di banda aceh

atjehcyber stick

Rusia usulkan Jaish al-Islam dan Ahrar al-Sham masuk Daftar Hitam PBB

Friday, April 29, 2016 00:13 WIB

Dibaca:   kali

atjehcyber, atjeh cyber, atjeh news, atjeh media, atjeh online, atjeh warrior, acehcyber, aceh cyber, aceh warrior, aceh cyber online, atjeh cyber warrior



Rusia mengusulkan kepada Dewan keamanan PBB untuk memasukkan dua kelompok pemberontak Suriah, Jaish al-Islam dan Ahrar al-Sham, ke dalam daftar hitam. Kedua organisasi ini disebut-sebut memiliki hubungan dengan Islamic State dan al-Qaidah.

Jika dari 15 anggota komite pemberian sanksi kepada IS/ISIS dan al-Qaidah tidak menentang usulan ini hingga 11 Mei 2016 jam 3 sore waktu setempat, maka PBB akan memasukkan kedua kelompok itu ke dalam daftar hitam.

"Alasan melakukan langkah ini karena adanya informasi bahwa kelompok-kelompok ini, yang melakukan serangan ke Suriah, memiliki hubungan dekat dengan ISIS dan al-Qaidah," kata Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin dalam pernyataannya pada Selasa (26/4).

Namun, pejabat senior Dewan Keamanan PBB yang tidak dipublikaskan namanya, menyebut langkah yang dilakukan Rusia itu "tidak membantu."

"Ini cara untuk mencoba memisahkan oposisi," kata diplomat itu pada Rabu (27/4).

Kelompok Jaish al-Islam, yang berarti Tentara Islam, merupakan kelompok pemberontak bersenjata utama di Suriah dan bagian dari Komite Negosiasi Tinggi, kelompok yang didirikan di Riyadh pada Desember lalu dan termasuk wakil oposisi dalam perundingan damai dengan pemerintah Suriah yang didukung PBB.

Komite Negosiasi Tinggi didukung oleh sejumlah negara Barat dan negara-negara besar Arab.

Sementara, kelompok Ahrar al-Sham menarik diri dari perundingan di Riyadh dan menyatakan bahwa "kelompok revolusioner" tidak menghadiri perundingan ini. Meski demikian, kelompok ini menghadiri perundingan damai di Jenewa.

Kementerian Luar Negeri Rusia telah lama menyatakan bahwa Jaish al-Islam dan Ahrar al-Sham seharusnya tidak terlibat dalam perundingan damai Suriah.

Ahrar al-Sham merupakan kelompok Salafi dan merupakan bagian dari aliansi militer, seperti Front al-Nusra yang terafilasi dengan al-Qaidah. Front al-Nusra sendiri tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang dimulai sejak Februari lalu.

Pemimpin Ahrar al-Sham merupakan tokoh yang pernah berperang bersama Osama bin Laden. Tahun lalu, kelompok membantah berbagi ideologi dengan al-Qaidah atau memiliki hubungan dengan kelompok militan itu.
KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Artikel Pilihan Pembaca :

mobile=show

Copyright © 2015 ATJEHCYBER — All Rights Reserved