TRENDING TOPIC #PARIS ATTACK #USA vs RUSSIA #MOST VIDEO
Follow

atjehcyber thumbkanan

rental mobil di aceh, rental mobil aceh, jasa rental mobil aceh, sewa mobil di aceh, rental mobil banda aceh, sewa mobil di banda aceh

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home / /

Suriah tuding Saudi berusaha Gagalkan Gencatan Senjata

Tuesday, March 01, 2016 09:00 WIB

Dibaca:   kali

atjehcyber, atjeh cyber, atjeh news, atjeh media, atjeh online, atjeh warrior, acehcyber, aceh cyber, aceh warrior, aceh cyber online, atjeh cyber warrior



Pemerintah Suriah menuding Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir berusaha menggagalkan itikad perdamaian dengan mengatakan bakal ada "rencana B" jika upaya gencatan senjata di Suriah gagal.

"Apa yang dikatakan al-Jubeir soal rencana B menyangkut perkembangan saat ini di Suriah semata-mata adalah khayalan rezim Saudi," demikian bunyi dari pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri Suriah seperti dikutip Reuters.

"Pernyataan-pernyataan Jubeir merupakan usaha untuk mengagalkan upaya menghentikan peperangan," kata pernyataan itu.

Jubeir sebelumnya menuduh Rusia dan angkatan udara pemerintah Suriah melanggar gencatan senjata di Suriah yang baru saja dimulai beberapa hari terakhir.

Berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Denmark, Kristian Jensen di Riyadh pada Minggu (28/2), Jubeir menyatakan Riyadh tengah mendiskusikan masalah ini dengan sejumlah kekuatan besar dunia.

Jubeir mengungkapkan bahwa akan ada "rencana B" jika militer Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya tidak mengimplementasikan gencatan senjata ini dengan serius. Meski demikian, Jubeir tidak merinci rencana B yang dimaksud.

"Saya percaya bahwa mematuhi gencatan senjata akan menjadi indikator keseriusan yang penting untuk mencapai solusi damai atas krisis Suriah yang akan mencakup pengaturan transisi otoritas dan transfer kekuasaan dari Bashar," kata Jubeir, dikutip dari Reuters.

"Tidak ada tempat untuk Bashar di Suriah," ujarnya melanjutkan.

Sebelumnya, CNN melaporkan bahwa kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights menyatakan serangan udara itu terjadi di wilayah Aleppo, wilayah di selatan Suriah, yang berdekatan dengan Raqqa—yang diklaim sebagai ibu kota IS. Namun dalam laporan itu tidak disebutkan dengan jelas siapa yang melakukan serangan udara.

Sementara, kelompok oposisi utama, Komite Negosiasi Tinggi, mengatakan bahwa 97 faksi mereka sepakat untuk menghormati gencatan senjata selama dua minggu. Namun mereka memperingati Rusia dan Suriah untuk tidak menargetkan mereka dengan dalih menyerang "teroris". */cnnID
KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Artikel Pilihan Pembaca :

mobile=show

Copyright © 2015 ATJEHCYBER — All Rights Reserved