TRENDING TOPIC #PARIS ATTACK #USA vs RUSSIA #MOST VIDEO
Follow

atjehcyber thumbkanan

rental mobil di aceh, rental mobil aceh, jasa rental mobil aceh, sewa mobil di aceh, rental mobil banda aceh, sewa mobil di banda aceh

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home /

Pembangunan Best Western Mall & Hotel, Dinilai “Nodai” Kehormatan Mesjid Raya

Sunday, January 01, 2012 17:40 WIB

Dibaca:   kali

atjehcyber, atjeh cyber, atjeh news, atjeh media, atjeh online, atjeh warrior, acehcyber, aceh cyber, aceh warrior, aceh cyber online, atjeh cyber warrior

Banda Aceh - Ketua Mejelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Muslim Ibrahim mengatakan rencana pembangunan hotel dan mall dikawasan atau dilingkungan Mesjid Raya Baiturrahman dapat menganggu kehormatan mesjid itu sendiri.

“Kehormatan Mesjid Raya Baiturrahman akan tergangu dalam konteks sangat luas, jika benar-benar dibangun hotel dan mall yang diperkirakan mencapai tinggi 12 lantai,” kata Muslim Ibrahim, usai menghadiri HUT Satpam ke 31 di Mapolda Aceh, Jumat (30/12).

Hotel dan mall setinggi 42 meter dengan 12 lantai itu direncanakan dibangun di bekas Geunta Plaza atau tepatnya di sebelah tenggara Masjid Raya Baiturrahman dengan menelan investasi Rp200 miliar.

Ketika ditanya apa ada koordinasi, Muslim mengatakan secara umum belum dan tidak ada koordinasi sampai sekarang dengan MPU Aceh. “Kita tidak mesti diminta saran, tetapi bisa memberi saran atas pembangunan hotel dan mall itu,” sebutnya.

Untuk itu, MPU menyarankan untuk meneliti lebih jauh efek yang timbul ditengah-tengah masyarakat. “Lacak lebih jauh. Jangan-jangan belum ada apa-apa kita sudah ribut dan sudah terjadi baru terkejut. Jangan timbulkan masalah di kemudian hari,” kata Muslim.

Pada prinsipnya, sebut Ketua MPU Aceh, tidak mesti tidak dibangun hotel, tetapi jangan daerah lingkungan mesjid dan rumah ibadah lain, yang dapat menganggu kehormatan, apalagi Mesjid Raya Baiturrahman yang merupakan simbol dari Banda Aceh dan Aceh khususnya.

Beritakan sebelumnya, Pemko Banda Aceh sudah menyetujui izin prinsip pembangunan Hotel Best Western dan Mall di areal dekat Masjid Raya Banda Aceh.

Pembangunan hotel itu dikembang oleh PT Intiland dengan berjanji bahwa konsep hotel tersebut adalah Islami dan nantinya akan dibangun jembatan penghubung dari mall ke Masjid Raya Baiturahhaman Banda Aceh.

Pimpinan DPRK Banda Aceh Yudi Kurnia, juga menyetujui dan merekomendasikan rencana pembangunan Best Western Hotel dan Mall, karena dinilai positif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di ibukota Provinsi Aceh itu.

“Kami para pimpinan sudah menyetujui dan merekomendasikan pembangunan hotel dan mall tersebut, dikarenakan pembangunan itu sangat positif untuk mendukung konsep Banda Aceh sebagai bandar wisata Islami,” kata Yudi.

Pedagang di Pasar Atjeh Squre Bakal Dipastikan Gulung Tikar

Rencana pembangunan hotel dan mall di bagian Tenggara Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dinilai dapat mematikan aktivitas perekonomian masyarakat di kawasan Pasar Aceh.

“Jika memang izin untuk pembangunan hotel dan mall di lingkungan Masjid Raya Baiturrahman telah disetujui, saya kira Pasar Aceh yang berada di bagian Barat masjid akan gulung tikar,” kata ketua MPU Aceh, Muslim Ibrahim, usai menghadiri peringatan HUT Satpam ke 31 di Mapolda Aceh, Jumat (30/12).

Menurut dia, keberadaan Pasar Aceh, pasar tradisional yang sudah sejak lama berada tidak bisa melepaskan diri dari Aceh dan semua pihak harus memikir lebih cermat, supaya tidak timbul masalah dikemudian hari.

“Pasar Aceh itu sangat indentik dengan Aceh, jadi tidak bisa melepaskan diri. Di sana semua kebutuhan masyarakat dengan mudah diperoleh. Jadi pikirkan juga nasib pedagang di pasar Aceh,” sebutnya.

Hotel dan mall setinggi 42 meter dengan 12 lantai itu direncanakan dibangun di bekas Geunta Plaza atau tepatnya di sebelah Tenggara Masjid Raya Baiturrahman dengan menelan investasi Rp200 miliar.

Menurut Ketua DPRK Banda Aceh Yudi Kurnia, beberapa waktu lalu, pembangunan hotel dan mall tersebut akan berdampak terhadap gerak laju ekonomi di kota ini. “Kehadiran hotel dan mall tersebut kita harapkan akan semakin memacu roda pertumbuhan ekonomi di Banda Aceh terutama dalam sektor industri jasa,” kata ia. (bay/HA)

KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Artikel Pilihan Pembaca :

mobile=show

Copyright © 2015 ATJEHCYBER — All Rights Reserved